Agenda Mendatang

Edisi Minggu ini:28 Oktober- 4 November 2014

Assalamu’alaikum wr wb,

"Selamat bertugas untuk Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K)."

Mari berjuang bersama kami para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia untuk memperbaiki kualitas kesehatan yang lebih baik.

Presiden Joko Widodo menunjuk Nila Djuwita Anfasa Moeloek sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Nafsiah Mboi. Nila, yang lahir pada 11 April 1949, (sebelumnya) menjabat sebagai Utusan Indonesia untuk Urusan Millenium Development Goals (MDGs).

Menuntaskan pendidikan dengan spesialis mata, Nila kini menjadi Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Pusat (Perdami) dan menduduki posisi di berbagai organisasi kesehatan seperti Yayasan Kanker Indonesia dan Pimpinan Riset Medis di UI.

Memimpin Kementrian Kesehatan, Nila akan menitikberatkan pada pencegahan dibanding pengobatan. Seperti kutipan dengan wawancara Kompas Tv beberapa waktu lalu, yaitu "Tidak perlu menunggu sampai sakit, karena itu akan menelan biaya lebih besar". Ia menegaskan, seluruh program kementrian kesehatan akan dibuat satu arah, sesuai petunjuk presiden.

Sebelumnya, Nila juga pernah dekat dengan lingkungan istana. Dia sempat diwawancarai untuk menduduki posisi Menteri Kesehatan pada pada era Kabinet Bersatu II, yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009. Nila adalah istri dari Farid Afansa Moeleok, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan di era Kabinet Reformasi Pembangunan.

Salam hangat untuk para pemerhati website Manajemen Pelayanan Kesehatan. Minggu ini kami sajikan tiga topik menarik yaitu (1) UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah daerah; (2) Civil Engagement and Social Cohesion; dan (3) A Scenario-planning approach to human resources for health: the case of community pharmacists in Portugal.

Selamat membaca.


UU No. 23 Tahun 2014

Tentang Pemerintahan Daerah

UU No 23 th 2014 ttg Pemerintah DaerahUU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah akhirnya disahkan setelah melalui proses panjang. Pengesahannya pun cukup dramatis, yaitu di saat injury time menjelang berakhirnya masa tugas DPR periode 2009-2014. UU ini merupakan revisi dari UU No. 32 Tahun 2004. Hal yang menarik, sebagai “induk”, UU ini kalah cepat pengesahannya dengan “anaknya” yaitu UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan UU No. 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Sementara itu, terkait sektor kesehatan, status kelembagaan rumah sakit di daerah menjadi tidak jelas. Dalam Pasal 209 ayat (1) dan (2) tentang Perangkat Daerah, dan Pasal 219 tentang Badan, tidak jelas bagaimana status kelembagaan rumah sakit tersebut. Hal ini bisa menimbulkan permasalahan tersendiri.

Selanjutnya, yang masih dinantikan adalah revisi PP No. 38 Tahun 2007 dan PP No. 41 Tahun 2007 yang merupakan “turunan” penting dari UU No. 23 Tahun 2014 ini. Seharusnya, kedua PP tersebut bisa terbit dalam masa pemerintahan SBY sebelum 20 Oktober 2014 mengingat pembahasan draftnya dilakukan secara paralel dengan revisi UU tersebut.

Selengkapnya silakan klik tombol-klik.


Civil Engagement and Social Cohesion

Civic Engagement and Social CohesionTidak hanya di sektor lain, modal sosial (social capital) juga penting dalam sektor kesehatan. Meskipun demikian, bukti menunjukkan bahwa modal sosial ini tidak selalu memberikan outcome positif, tetapi bisa juga negatif. Tidak jarang terjadi, pengelolaan modal sosial ini menimbulkan ketegangan dan fragmentasi di masyarakat. Kemudian, dimensi-dimensi apa yang berpengaruh dalam modal sosial tersebut sehingga bisa menimbulkan dampak yang berbeda?

Dalam konteks demikian, buku ini mencoba mengekplorasi dimensi-dimensi tersebut kemudian mengukurnya. Hasilnya bermanfaat untuk informasi pengambilan kebijakan. Selengkapnya bisa di simak tombol-klik.

 


RUBRIK SDM

A Scenario-planning approach to human

resources for health: the case of community

pharmacists in Portugal

Perencanaan SDM Kesehatan dalam berbagai ketidakpastian di masa mendatang sulit dilakukan dengan metode biasa. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan pendekatan perencanaan berdasarkan skenario (scenario planning).

Aplikasi pendekatan ini dilakukan untuk tenaga farmasi di Potugal. Para peneliti menerapkan tiga langkah pengembangan skenario. Hasilnya, diperoleh tiga skenario yang mungkin terjadi. Selengkapnya dapat disimak tombol-klik.

Wassalamu’alaikum wr wb,

 DH-lebaran-ttd

Dwi Handono Sulistyo


Arsip Pengantar:

Berita Nasional

Jakarta, Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta pada hari Sabtu...
SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI - Untuk mengantisipasi terserangnya penyakit pernapasan mengingat kabut asap di Empatlawang kian tebal dan pekat, Dinas...

Berita Internasional

All this week HSJ is celebrating the innovators making a difference to patient care and policy in the health service. The NHS Five Year Forward View last...
I’m a tad suspicious of big, round numbers. Complex problems rarely resolve into anything so neat as a figure ending in a zero. The merit of big, round...

Link Website Terkait

Website Kebijakan dan Manajemen

Website Isu Prioritas

Website Terkait

PKMK FK UGM
Copyright © 2014